TOEFL Prediction

TOEFL Prediction atau like test adalah tes prediksi atau test yang didesain mirip TOEFL sebagai bahan latihan atau persiapan untuk menghadapi TOEFL. TOEFL sendiri adalah salah satu produk test yang dibuat dan dimiliki oleh ETS (Educational Testing Service). Di Indonesia, berdasarkan situs resmi ETS, terdapat dua jaringan resmi yang yang menjadi distributor utama penyelenggaran test yang dimiliki oleh ETS. Yaitu, PT P.T. International Test Center dan Indonesian International Education Foundation (IIEF). Keduanya berlokasi di Jakarta. Meski demikian, sudah ada beberapa universitas yang memfasilitasi test TOEFL, salah satunya UPI. Jadi, jika ada test-test mirip TOEFL atau test prediksi TOEFL yang diselenggarakan bukan oleh ETS atau test center resmi ETS, maka disebut TOEFL like test atau TOEFL prediction.

English test for international communication purposes as TOEFL prediction test held by Semesta Learning Evolution at SMKN 5 Bandung 2019 and 2018-English test for Academic and english test for international communication purposes as English Assessment Test by SLE-Semesta Learning Evolution-Bandung-TOEFL Prediction-TOEIC prediction Test

Manfaat TOEFL Prediction

TOEFL prediction test ini biasanya diselenggarakan oleh universitas atau oleh penyedia jasa kebahasainggrisan, seperti Semesta Learning Evolution. Test tersebut diperuntukkan bagi yang mau uji coba sebelum mengambil TOEFL, atau bagi mereka yang membutuhkan sertifikat kemampuan bahasa inggris yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi persyaratan penerimaan di universitas atau di lingkungan pekerjaan. Itupun jika institusi atau tempat kerja yang dituju hanya mensyaratkan ada sertifikat kualifikasi bahasa inggris dan tidak mensyaratkan sertifikat TOEFL.

Beragam Nama untuk TOEFL Prediction

Masing-masing institusi mempunyai penyebutan berbeda untuk test prediksi TOEFL ini. Ada yang menamainya EPT (English Proficiency Test) seperti di UGM, di UPI bernama PTESOL (Proficiency Test of English for Other Speaker of Languages), dan di SLE bernama ETA (English Test for Academic). Perbedaan nama tersebut dikarenakan adanya copyright nama TOEFL yang dipegang oleh ETS. Jadi, kalau ada yang mengatakan TOEFL, maka kita langsung paham bahwa test tersebut adalah produk ETS. Pada praktiknya, saat kita mengatakan ETA itu adalah TOEFL prediction test atau TOEFL like test, itu berarti ETA bukanlah produk ETS. ETA adalah produk SLE (Semesta Learning Evolution), berupa test yang bentuknya mirip TOEFL sebagai prediksi dan latihan bagi mereka yang ingin mengikuti TOEFL.

TOEFL atau Prediction Test?

Kalau kamu bertanya lebih baik ambil yang mana, itu kembali pada maksud dan tujuan kamu; untuk masuk kuliah? lulus kuliah? melamar kerja? atau hanya ingin test kemampuan?. Selanjutnya, kamu harus pastikan dulu apakah universitas atau perusahaan yang kamu tuju menerima sertifikat TOEFL prediction atau tidak. Kalau ya, apakah mensyaratkan hasil test prediksi TOEFL dari sebuah institusi atau tidak. Seperti, kalau mau kuliah atau lulus dari UPI, maka test prediksi TOEFL yang disyaratkan adalah PTESOL, tentu dengan minimal score yang ditentukan oleh UPI. Kalau yang diperlukan adalah TOEFL, pastikan tempat tes yang kamu ikuti adalah test center resmi yang dipercaya ETS agar kamu dapat sertifikat asli dari ETS. So, kamu harus sudah siap skill, mental, dan informasi yang cukup sebelum mengikuti TOEFL. Karena, biayanya yang terbilang mahal dan berkali-kali lipat jika dibandingkan biaya test prediksi TOEFL.Untuk biaya TOEFL prediction test biasanya di kisaran Rp 50.000,- sampai Rp. 100.000,-.bahkan bisa jauh lebih murah, jika pesertanya ratusan, bahkan ribuan. Seperti ETA yang telah sukses SLE laksanakan di beberapa sekolah di Bandung dan kota-kota lainnya.

Apabila Anda bingung di mana harus mencari jasa translator tersumpah yang terpercaya, maka Anda dapat menghubungi 081214140044

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
Powered by