Tips Mudah Memahami Jurnal Ilmiah

Hai sahabat Nata! Bagaimana nih dengan persiapan kuliahmu? Apa kamu sudah siap dengan tugas-tugas yang akan diberikan dosenmu? Jangan salah lo, masa kuliah itu gak lebih santai dari pada masa SMA. Memasuki dunia perkuliahan, sumber materi belajar lebih variatif dibandingkan saat SMA. Kalau waktu SMA kita lebih banyak belajar dari textbook, penjelesan guru, dan internet. Nah, saat kuliah kamu harus siap berhadapan dengan jurnal ilmiah ya!

Membaca jurnal ilmiah jadi aktivitas biasa bagi mahasiswa. Saat ada tugas, dosen relatif sering meminta mahasiswa untuk mencari sumber dari jurnal ilmiah. Apalagi kebanyakan jurnal ilmiah menggunakan bahasa inggris, tentu membutuhkan waktu yang ekstra untuk memahami isinya. Untuk kamu yang sedang, atau akan berjuang dengan tugas-tugas dan tumpukan jurnal ilmiah, ikuti tips sederhana untuk membaca jurnal ilmiah ini yuk!

Mulai membaca dari bagian introduction (Pembuka), bukan Abstrak.

Abstrak berisi keterangan/ rangkuman singkat dari keseluruhan isi jurnal. Dalam abstrak disinggung latar belakang, metode, hasil, serta kesimpulan jurnal. Tapi, kadang konten abstrak kurang menjelaskan isi jurnal. Jadi supaya kamu nggak asal mengutip, pahami dulu tentang latar belakang riset-nya yang tercantum pada bab pembuka.

Cari pertanyaan besarnya

Yang penting bukan “ini riset tentang apa?” tetapi “apa sih, masalah dari riset ini yang ingin dipecahkan?”. Kalau kamu mulai dari pertanyan itu, kamu akan lebih fokus saat membca jurnal ilmiah. Tujuan riset itu untuk memecahkan suatu masalah, kan? Dari pertanayan besar ini kamu akan lebih memahami mengapa riset ini harus dilakukan.

Buat rangkuman dari latar belakang, nggak lebih dari lima kalimat.

Nah, cobalah membuat rangkuman dari informasi-informasi tersebut. Kalau kamu tahu dasar alur berpikir riset dari suatu jurnal ilmiah, kamu juga akan lebih mudah untuk memahami keseluruhan isinya.

Buat diagram atau alur kerja dari bagian metode

Isi dari metode adalah langkah yang dilakukan peneliti untuk menjawab permasalahan dari riset-nya. Di dalam metode, peneliti akan menceritakan metode yang digunakannya. Kalau penelitian eksperimen misalnya, tentu dicantumkan alat, bahan, serta perlakukan yang diberikan pada objek.

Baca bagian hasil

Setelah membaca bagian hasil, kamu bisa merangkumnya. Nggak perlu mencoba menyimpulkan isi hasilnya, kok. Cukup menulis apa yang menjadi hasil penelitiannya. Dan sebenarnya, isi dari hasil sudah bisa kamu lihat melalui grafik dan tabel yang ada. Ada beberapa informasi yang harus kamu perhatikan saat membaca bagian hasil. Misalnya, tentang signifikan dan tidak signifikannya hasil. Selain itu, ukuran sampel yang digunakan juga harus diperhatikan. Apakah sampel yang digunakan sudah cukup representatif?

Lihat bagian kesimpulan

Kesimpulan yang baik adalah yang menjawab inti permasalahan. Misalnya nih, ada penelitian tentang pengaruh durasi penggunaan sosial media pada remaja terhadap prestasi akademik. Bagian kesimpulan harus menjawab apakah ada hubungannya antara sosial media dengan prestasi. Kalaupun ada hubungannya, harus diperjelas lagi apakah signifikan (berpengaruh nyata) atau tidak.

Lihat kembali bagian Abstrak untuk memastikan pemahamanmu terhadap keseluruhan jurnal.

Kalau kamu sudah membaca bagian-bagian jurnal secara runut dari pembuka, metode, hasil, sampai kesimpulan, ini saatnya kamu mulai baca bagian abstrak. Sebenarnya ini untuk mengecek kembali apakah yang kamu tangkap dari jurnal sesuai atau tidak. Kalau ternyata ada yang tidak sesuai, kamu bisa baca ulang bagian yang masih salah dipahami.

Wah, ternyata kemampuan bahasa inggris memang sangat diperlukan ya untuk memahami Jurnal Ilmiah. Jika kamu merasa kesulitan dan membutuhkan jasa penerjemah, Nata Private adalah solusinya! Nata Private menyediakan jasa terjemahan juga, lho! Kalau kamu mau tau infonya, klik link ini aja.

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
Powered by