10 Hal Aneh yang Mungkin Anda Temukan dalam Menu Makanan di Amerika

10 Hal Aneh yang Mungkin Anda Temukan dalam Menu Makanan di Amerika

Memahami kebiasaan kuliner suatu negara merupakan bagian menyenangkan dari tinggal di tempat baru. Antara jijik, senang dan tercengang – makanan sehari-hari di kebudayaan lain dapat memancing berbagai respon yang berbeda di restoran.

Makanan dari Amerika Serikat telah berhasil diekspor ke seluruh dunia – sulit untuk memikirkan tempat tanpa tanda McDonald’s misalnya – tetapi seperti tarantula goreng dari Kamboja atau telur seabad dari Tiongkok, ada beberapa makanan Amerika yang akan membuat mata orang asing terbelalak. Daftar berikut ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia tidak diklasifikasikan sebagai “omnivora” (pemakan segala) tanpa sebab…

root-beer1
  • Root beer floats

Jika Anda pernah berpikir bahwa minuman berkarbonasi manis dapat menggunakan lebih banyak gula dan sesendok besar lemak, root beer floats adalah untuk Anda. Dari rasa sickly-nya dan skema warna cerah, sampai letusan gunung berapi yang terjadi ketika bubbles bertemu dengan es krim, ini adalah mimpi anak-anak dan mimpi buruk ahli gizi.

corn-dog
  • Corn dogs

Hot dog adalah cara yang fantastis untuk mendapatkan jatah gizi harian Anda akan daging babi dan garam. Yang jadi masalah adalah tubuh Anda masih menginginkan beberapa adonan tepung jagung goreng. Bersyukurlah untuk inovasi heroik yang adalah corn dog yang membuktikan bahwa bahkan fast food klasik dapat ditingkatkan dengan aplikasi penggorengan.

biscuits
  • Biscuits and gravy

Hidangan ini tepat sekali seperti yang Anda pikirkan – jika Anda berpikir scones adalah biscuit dan saus idealnya terlihat sama sebelum dan sesudah dicerna. Masyarakat Eropa mungkin susah untuk menerima tampilan hidangan ini (yang berwarna abu-abu) akan tetapi ini adalah salah satu hidangan khas bagian selatan Amerika Serikat dan kita harus berasumsi bahwa rasanya lebih enak daripada penampilannya.

red-velvet
  • Red velvet cake

Masyarakat Amerika terbiasa menamai cake dengan nama bahan yang dikandungnya agar terdengar lebih puitis. Chiffon cake, Devil’s food cake and Whoopie pies semua menunjukkan kecenderungan ini. Akan tetapi red velvet cake, menu makanan penutup pokok di AS, dinamai seperti warna primer dan kain tenun berumbai, yang keduanya hambar dan karena itu dengan sempurna mendeskripsikan salah satu suguhan sintesis Amerika Serikat ini.

grits
  • Grits (bubur jagung)

Seperti yang telah kita lihat dengan biscuits and gravy (biskuit dan saus), masyarakat di bagian selatan AS terbiasa dengan hidangan yang berbeda. Daya tarik bubur jagung bermula dari praktis persiapan jagung masyarakat Native American, yang sudah sangat tua pada saat orang Eropa tiba. Pada dasarnya jagung diolah menjadi soul food dengan menggunakan mentega; hidangan yang berat, tawar dan hanya disukai oleh orang-orang tertentu.

monte-christo
  • Monte Cristo sandwich

Contoh klasik dari AS mengadaptasi konsep Eropa – dalam kasus ini croque monsieur – dan meningkatkannya. Umumnya ditemukan di deli dan restoran di seluruh negeri, hidangan ini benar-benar pekerjaan iblis: keju goring dan sandwich ham dicelupkan ke dalam adonan telur, dilapisi gula dan disajikan dengan selai.

fried
  • Deep fried… anything. (Apapun yang digoreng)

Sementara kita pada subjek makanan goreng, mari kita mengagumi kecenderungan sepupu transatlantik kita untuk menggoreng segalanya. Dan ini juga tidak seburuk itu untuk Anda – pahlawan Amerika Elvis Presley mengkonsumsi sandwich selai kacang dan pisang goreng dalam jumlah besar; dan ia hidup hingga awal empat puluh-an.

frito
  • Frito pie

Beberapa orang berpikir bahwa AS menang dengan memimpin tabel obesitas global. Kalau tidak mengapa orang Texas dan New Mexico berdebat siapa yang menciptakan hidangan ini. Dengan kandungan cabai, keju dan keripik jagung (Fritos), hidangan ini adalah contoh klasik dari kebebasan yang berlebihan.

twinkie
  • Twinkie wiener sandwich

Mirip dengan makan pembuka klasik pigs in blankets (sosis yang dibungkus dalam bacon atau kue), hidangan ini lebih seperti babi dibungkus dalam balutan lemak. Baiklah, Anda mungkin tidak melihat resep Weird Al dalam banyak menu, namun makanan ini banyak dicerca sebagai contoh budaya makanan AS yang menyenangkan, sistesis dan sangat tidak sehat.

cola
  • Free refills

Sangatlah mudah untuk mengejek makanan Amerika, namun jangan lupakan hal-hal yang baik. Memang iya, gerai makanan cepat saji mereka telah memasuki setiap negara di dunia ini, yang sebagian juga disebabkan oleh dorongan adiktif kita untuk tingkat berbahaya garam, gula dan lemak. Di negara di mana pasar bebas adalah raja, layanan pelanggan telah dengan cepat meninggalkan seluruh dunia, dan itu adalah salah satu aspek dining di Amerika yang belum berhasil ditiru di pasar luar negeri.

Kebijakan free refill adalah simbol dari sikap itu. Sebagian besar wisatawan yang memesan minuman ringan pertama mereka di AS terpesona oleh dua hal: pertama, jelas minuman yang tidak habis-habis, dan kedua, minuman yang tidak habis-habis. Bahkan anti konsumerisme tingkat tinggi pun melunak ketika pelayan kopi datang atas dengan kendi mengepul dan senyum lebar.

Hal terakhir yang tak kalah pentingnya, nasihat bagi mereka yang mencela ukuran porsi sebagai ‘obscene‘: Anda tidak perlu menghabiskan semuanya. Orang Amerika membawa pulang setengah dari porsi menggunung makanan mereka dan menjadikannya dua hidangan. Namun, perlu dicatat bahwa memakan Monte Cristo untuk makan siang dan makan malam tidak membuatnya lebih sehat.

Jasa penerjemah dokumen

Apabila Anda bingung di mana harus mencari jasa translator tersumpah yang terpercaya, maka Anda dapat menghubungi 081214140044

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
Powered by